HISTORIS.id – Partai politik di Indonesia memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak masa kolonial hingga era reformasi. Berikut adalah garis besar awal mula dan perkembangan partai politik di Indonesia:
Era Kolonial (Pra-Kemerdekaan)
Pada awal abad ke-20 di awal pergerakan nasional awal muncul berbagai organisasi pergerakan nasional yang menjadi cikal bakal partai politik. Organisasi-organisasi ini umumnya berfokus pada pendidikan, kebudayaan, dan advokasi hak-hak pribumi.
– Budi Utomo (1908): Organisasi pertama yang dianggap sebagai tonggak kebangkitan nasional.
– Sarekat Islam (1912): Awalnya organisasi perdagangan, kemudian berkembang menjadi gerakan politik dengan pengaruh yang signifikan.
– Indische Partij (1912): Partai politik pertama yang didirikan oleh E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Suwardi Suryaningrat.
Partai Politik Awal
Partai Komunis Indonesia (PKI) (1920) merupakan salah satu partai politik tertua di Indonesia yang terlibat dalam berbagai pemberontakan melawan pemerintah kolonial.
Kemudian ada Partai Nasional Indonesia (PNI) (1927) yang didirikan oleh Soekarno, partai ini berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan.
Masa Awal Kemerdekaan (1945-1959)
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, berbagai partai politik mulai bermunculan. Pemilu pertama pada tahun 1955 menjadi tonggak penting dalam sejarah demokrasi Indonesia, dengan partai-partai seperti PNI, Masyumi, NU, dan PKI mendominasi.
Demokrasi Liberal
Periode ini (1950-1959) ditandai oleh sistem parlementer dengan banyak partai politik. Meskipun demikian, ketidakstabilan politik dan seringnya pergantian kabinet membuat situasi menjadi tidak menentu.
Era Orde Lama (1959-1966)

Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang mengembalikan UUD 1945 dan mengakhiri demokrasi liberal, memulai era Demokrasi Terpimpin di mana peran partai politik sangat dibatasi.
Dalam periode ini, Soekarno mendorong penggabungan partai-partai politik menjadi tiga kekuatan utama: Nasionalis, Agama, dan Komunis. Partai-partai kecil banyak yang dibubarkan atau dilebur.
Era Orde Baru (1966-1998)
Setelah Soeharto berkuasa, terjadi pengekangan terhadap partai politik. Pada Pemilu 1971, hanya ada sepuluh partai politik yang berpartisipasi.
Pada tahun 1973, terjadi fusi partai menjadi tiga partai besar: Golkar (Golongan Karya), PPP (Partai Persatuan Pembangunan), dan PDI (Partai Demokrasi Indonesia).
Dominasi Golkar
Selama era Orde Baru, Golkar mendominasi politik Indonesia dengan kemenangan telak dalam setiap pemilu, sementara partai-partai lain berada di bawah tekanan pemerintah.
Era Reformasi (1998-sekarang)
Setelah jatuhnya Soeharto pada tahun 1998, era Reformasi membawa perubahan besar dalam lanskap politik Indonesia. Kebebasan berpolitik dipulihkan dan banyak partai politik baru bermunculan.
Pemilu pertama di era Reformasi pada tahun 1999 diikuti oleh 48 partai politik.
Seiring waktu, terjadi konsolidasi partai politik. Beberapa partai besar yang saat ini mendominasi adalah PDI-P, Golkar, Gerindra, Demokrat, dan PKB.
Sistem multipartai tetap berlangsung, dengan pemilu diadakan secara rutin setiap lima tahun.
Secara keseluruhan, perkembangan partai politik di Indonesia mencerminkan dinamika dan perubahan sosial-politik yang terjadi di negara ini, dari masa kolonial, kemerdekaan, orde lama, orde baru, hingga era reformasi yang lebih demokratis.
