historis.id
  • Beranda
  • Berita
  • Cerita
  • Pariwara
  • Sejarah
No Result
View All Result
historis.id
  • Beranda
  • Berita
  • Cerita
  • Pariwara
  • Sejarah
No Result
View All Result
historis.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Cerita
  • Pariwara
  • Sejarah
Home Blog

La Mellong: Konsep Berdemokrasi ala Monarki

Redaksi HistorisbyRedaksi Historis
July 13, 2024
Andi Tanra Aqib S.Hum (Ketua Komunitas Alliri Budaya)
Andi Tanra Aqib S.Hum (Ketua Komunitas Alliri Budaya)

HISTORIS.id – Setiap pengetahuan yang berkembang dalam sebuah kebudayaan, sepatutnya memiliki pemahaman tentang nilai-nilai dasar yang menjadi pandangan hidup serta pegangan yang di mana para pengikutnya turut menganutnya.

Melalui nilai dasar tersebut membuat para pengikutnya melihat diri mereka ke dalam, dan mengatur bagaimana caranya mereka melihat ke luar. Nilai dasar itu merupakan falsafah hidup yang mengantar anggotanya ke mana ia harus pergi (Liliweri, 2009).

Secara fundamental falsafah hidup dipahami sebagai nilai-nilai sosio-kultural yang dijadikan masyarakat tertentu sebagai pola dalam melakukan aktivitas keseharian. Demikian penting dan berharganya nilai normatif ini, sehingga tidak jarang ia selalu melekat kental pada setiap pendukungnya meski arus modernitas senantiasa menerpa dan menderanya. Bahkan dalam implementasinya menjadi spirit untuk menentukan pola pikir dalam tindakan manusia.

Pada abad ke – 16 masa pemerintahan Raja Bone ke 6 La Uliyo Bote’E (1543 – 1568) dan Raja Bone ke 7 Tenri Rawe BongkangE (1568 – 1584), terdapat sosok yang tampil bak seorang bintang di tengah Kerajaan Bone. Melalui penelusuran berbagai sumber lisan berupa cerita rakyat dan sejarah baik dari Lontara maupun tulisan–tulisan lainnya, menunjukkan bahwa dasar pokok pikiran tentang hukum dan ketatanegaraan telah lama diterapkan di tengah masyarakat Bugis oleh sosok yang dikenal sebagai La mellong.

Saya tertarik pada Pemikiran seorang La Mellong To Suwalle Kajaolaliddong Tau Tongennge ri Gaukna, (La Mellong Sang Cerdik-Cendekia Kajaolaliddong Manusia yang Sungguh-Sungguh Benar Perbuatannya; kira-kira 1507-1586) mengenai berbagai aspek di dalam kehidupan, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar kenegaraan (kerajaan), hukum dan/atau budaya politik.

Pemikiran dasar Kajaolaliddo, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar budaya politik dan norma-norma pengaturan negara, antara lain dapat ditemukan di dalam “pappaseng” (wasiat, pesan) Kajaolaliddong, terutama di dalam dialognya dengan Arumpone (Raja Bone).

Pada bagian awal dialog itu, Kajaolaliddong menanyakan pendapat Arumpone mengenai dasar-dasar pemeliharaan kemuliaan raja/kerajaan, penjagaan agar rakyat tidak tercerai-berai, serta pencegahan penghamburan kekayaan negara Kajao Laliddong juga dikenal sebagai peletak dasar konstitusi atau yang biasa dikenal dengan istilah “Pangadereng” dalam Bugis dan “Pangadakkang” dalam istilah Makassar.

Ajaran-ajaran beliau bukan saja diterima dan diakui di kerajaan Bone, melainkan juga di luar kerajaan Bone. Terutama setelah Bone melebarkan sayapnya. Bahkan banyak yang menjadikan konstitusi itu sebagai falsafah kerajaan lain termasuk kerajaan Bugis yang ada di lingkup Sulawesi Selatan.

Sejalan dengan pemikiran Bronislaw Molinowski yang menyatakan asas fungsi (teori fungsionalisme) bahwa pada dasarnya kebutuhan manusia sama, baik itu kebutuhan yang bersifat biologis maupun bersifat psikologis dan kebudayaan pada dasarnya memenuhi kebutuhan tersebut.

3 Konsep pangadereng lahir atas dasar kebutuhan masyarakat ketika itu untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan bijaksana maka dibutuhkan hukum-hukum yang dapat menjaga kedamaian suatu kerajaan. Konsep norma sosial ini ada empat yang dipaparkan oleh beliau, yakni ade’ (kebiasaan), bicara (peradilan), rappang (undang-undang atau perumpamaan)

Setelah agama Islam resmi menjadi agama kerajaan Bone pada abad XVII, maka keempat komponen pangadereng (ade’, bicara, rapang, dan wari) ditambah lagi satu komponen, yakni sara (Syariat Islam). Dengan demikian ajaran Kajao Laliddong tentang hukum yang mengatur kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun komunitas dalam wilayah kerajaan, dengan ditambahkannya komponen sara’ di atas menjadi semakin lengkap dan sempurna.

Ajaran Kajao Laliddong ini selanjutnya menjadi pegangan bagi kerajaan-kerajaan Bugis yang ada di Sulawesi Selatan

Dapat dikatakan, bahwa lewat konsep “Pangngadereng” ini menumbuhkan suatu wahana kebudayaan yang tak ternilai bukan hanya bagi masyarakat Bugis di berbagai pelosok nusantara. Bahkan ajaran Kajao Lalliddong ini telah memberi warna tersendiri peta budaya masyarakat Bugis, sekaligus membedakannya dengan suku-suku lain yang mendiami nusantara ini.

Pengamalan secara aplikasi implementatif pangadereng sebagai falsafah hidup orang Bugis, memiliki 4 (empat) asas sekaligus pilar yakni:

(1) Asas Mappasilasae, yakni memanifestasikan ade’ bagi keserasian hidup dalam bersikap dan bertingkah laku memperlakukan dirinya dalam pangadereng;

(2) Asas Mappasisaue, yakni diwujudkan sebagai manifestasi ade’ untuk menimpahkan deraan pada tiap pelanggaran ade’ yang dinyatakan dalam bicara. Azas ini menyatakan pedoman legalitas dan represi yang dijalankan dengan konsekuen

(3) Asas Mappasenrupae, yakni mengamalkan ade’ bagi kontinuitas pola-pola terdahulu yang dinyatakan dalam rapang;

(4) Asas Mappallaiseng, yakni manifestasi ade’ dalam memilih dengan jelas batas hubungan antara manusia dengan institusi-institusi sosial, agar terhindar dari masalah (chaos) dan instabilitas lainnya.

Hal ini dinyatakan dalam wari untuk setiap variasi perilakunya manusia Bugis. Semasa hidupnya Kajao Lalliddong senantiasa berpesan kepada siapa saja, agar bertingkah laku sebagai manusia yang memiliki sifat dan hati yang baik. Karena menurutnya, dari sifat danhati yang baik, akan melahirkan kejujuran, kecerdasan, dan keberanian.

Diingatkan pula, bahwa di samping kejujuran, kecerdasan, dan keberanian maka untuk mencapai kesempurnaan dalam sifat manusia harus senantiasa bersandar kepada kekuasaan “Dewata SeuwwaE” (Tuhan Yang Maha Esa). Dan dengan ajarannya ini membuat namanya semakin populer, bukan hanya dikenal sebagai cendekiawan, negarawan, dan diplomat ulung, tetapi juga dikenal sebagai pujangga dan budayawan.

La Mellong kecil hingga menginjak masa remaja pada masa pemerintahan raja Bone ke V La Tenri Sukki Mappajungnge (1510-1535) disebuah kampung kecil yang bernama Laliddong dalam wanua Cina. Dalam berbagai catatan lontara disebutkan bahwa La Mellong adalah manusia panutan yang memiliki sifat jujur, cerdas dan berani. Tidak pernah berbohong, tegas dalam tindakan namun rendah hati. Sikapnya yang demikian mulai tammpak sejak masa kanak-kanak, sehingga teman-teman sebayanya menganggap La Mellong sebagai teman yang asyik diajak bermain.

Pada Masa pemerintahan Raja Bone V La Tenri Sukki, La Mellong sudah berada di istana kerajaan Bone namun hanya sebagai warga biasa yang dipanggil untuk tinggal di dalam lingkungan istana, belum ada status penasehat. Disinilah ia banyak belajar, mengamati dan memperhatikan kondisi sosial politik masa itu. La Tenri Sukki pada waktu itu sebagai pewaris tahta dari ibunya, We Banrigau Makkaleppie.

La Tenri Sukki merupakan raja Bone pertama yang disebutkan dalam lontara memiliki hubungan kerjasama dengan kerajaan besar lainnya di Sulawesi Selatan. Raja Bone ini memerintah Pada akhir abad XV hingga permulaan abad XIV. Dimasa pemerintahannya, berhasil memukul mundur pasukan kerajaan Luwu, Dewaraja Batara Lattu. Setelah perang selesai (perang Cellu), karena pasukan dari kerajaan Luwu berlabuh di Cellu sebelum menyerang pusat kerajaan Bone. Perang Cellu dimenangkan oleh kerajaan Bone.

Walaupun dikemukakan lebih lima abad yang lalu, ternyata masih tetap menarik untuk dikaji dan dipikirkan. Nilai-nilai apa yang diterapkan di dalam pengaturan pemerintahan, bagaimana cara menerapkannya, di mana posisi rakyat ditempatkan di dalam kehidupan bernegara dan bagaimana perhatian terhadap kesejahteraannya. Dengan melakukan upaya interpretasi atau penafsiran. Naskah Lontarak juga sudah menganjurkan sistem demokrasi yang berkedaulatan rakyat sebagai model ideal dari sistem pemerintahan suatu kerajaan di daerah Bugis.

Ia mencoba menanamkan nilai-nilai atau sifat-sifat yang harus dimiliki oleh raja dan rakyat, yaitu: Lempu’ (kejujuran), Acca (kepandaian), Asitinajang (kepatutan), Getteng (keteguhan), Reso (usaha,kerja keras), Siri’ (harga diri). Pada suatu hari, sebagaimana dikisahkan dalam Lontara, raja Bone pernah bertanya kepada Kajao Laliddong: “aga tanranna namaraja tanaé” (apa tandanya apabila negara itu menanjak kejayaannya)?” Kajao pun menjawab: dua tanranna namaraja tanaé Arungponé, seuwani malempu namacca Arung Mangkaué, maduanna tessisala-salaé.” (Dua tanda negara menjadi jaya, pertama, raja yang memerintah memiliki sifat jujur lagi pintar, dan kedua, tidak bercerai-berai/bersatu).

Kejujuran dan kebijaksanaan menjadi kunci kepemimpinan yang ditekankan oleh Kajao Laliddong. Ia punya kemiripan dengan filsuf besar Yunani, Plato, yang senantiasa menekankan kebaikan dan kebijaksanaan dalam inti filsafatnya. Padahal, hampir bisa dipastikan, Kajao Laliddong tidak pernah bertemu dengan Plato.

Ini menarik, setidaknya untuk membuktikan bahwa peradaban di timur sudah sangat maju jauh sebelum kedatangan kolonialisme. Alih-alih para kolonialis datang untuk membuat bangsa timur menjadi beradab, justru menghentikan perkembangan maju tersebut dan malah mempertontonkan kekejian kepada dunia yang indah di timur daratan indonesia.

Oleh: Andi Tanra Aqib S.Hum (Ketua Komunitas Alliri Budaya)

Referensi Koentjaraningrat. 2005 . Pengantar Antropolgi. Jakarta: Rineka Cipta. Riyadi, Slamet. 2019. “LATOA : Antropologi Politik Orang Bugis Karya Mattulada : Sebuah Tafsir Epistimologis.” Pangadereng 30 – 45. Teng, H Muhammad Bahar Akkase. 2017. “Kajaolaliddong, Cendikiawan Bugis Bone : Dalam Perspektif Sejarah.” Repository.Unhas.

Tags: BoneKerajaan BoneLa MellongSulawesi Selatan

berita TERKAIT

dihadiri para kepala daerah se-Kalimantan Timur dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. ‎

Kutim Sabet Penghargaan Arindama di HUT Kaltim, Disebut Konsisten Bangun Infrastruktur

Redaksi Historis January 10, 2026

HISTORIS.id – Konsistensi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mempercepat pembangunan infrastruktur mendapat pengakuan di tingkat provinsi. ‎ ‎Komitmen ini …

Pemuda Bontang Ditangkap Saat Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah

Redaksi Historis January 9, 2026

HISTORIS.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Bontang menangkap seorang pemuda berinisial AH, 28 tahun, saat melakukan transaksi narkotika jenis sabu …

Ojol Minta WiFi hingga WC, Pemkot Bontang Janji Siapkan Fasilitas Khusus

Redaksi Historis January 9, 2026

HISTORIS.id, BONTANG — Pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bontang meminta Pemerintah Kota menyediakan fasilitas khusus yang menunjang aktivitas mereka …

Curah hujan tinggi sejak dini hari Kamis, 8 Januari 2026, kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Empat Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Jadi Titik Terparah

Redaksi Historis January 8, 2026

HISTORIS.id, BONTANG — Curah hujan tinggi sejak dini hari Kamis, 8 Januari 2026, kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Kota …

Laka Lantas Out of Control di Ma’rang, Pos Pam Ops Lilin 2025 Segeri Bergerak Cepat

Redaksi Historis December 29, 2025

HISTORIS.id, Pangkep – Kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan hilang kendali (out of control) terjadi di Kampung Maroangin, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten …

Load More
Next Post
Donald Trump Selamat dari Penembakan Saat Kampanye di Pennsylvania

Donald Trump Selamat dari Penembakan Saat Kampanye di Pennsylvania

TENTANG    KETENTUAN    KONTAK    KEBIJAKAN PRIVASI

Copyright © 2024 Historis.id
PT. Historis Media Indonesia. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Cerita
  • Pariwara
  • Sejarah

Copyright © 2024 Historis.id PT. Historis Media Indonesia. All rights reserved.

news-1601

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

maujp

maujp

maujp

maujp

MAUJP

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

Situs Agen Togel

MAUJP

sv388

maujp

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000111

118000112

118000113

118000114

118000115

118000116

118000117

118000118

118000119

118000120

118000121

118000122

118000123

118000124

118000125

118000126

118000127

118000128

118000129

118000130

118000131

118000132

118000133

118000134

118000135

118000136

118000137

118000138

118000139

118000140

118000141

118000142

118000143

118000144

118000145

118000146

118000147

118000148

118000149

118000150

118000151

118000152

118000153

118000154

118000155

128000121

128000122

128000123

128000124

128000125

128000126

128000127

128000128

128000129

128000130

128000131

128000132

128000133

128000134

128000135

128000136

128000137

128000138

128000139

128000140

128000141

128000142

128000143

128000144

128000145

128000146

128000147

128000148

128000149

128000150

128000151

128000152

128000153

128000154

128000155

128000156

128000157

128000158

128000159

128000160

128000161

128000162

128000163

128000164

128000165

138000101

138000102

138000103

138000104

138000105

138000106

138000107

138000108

138000109

138000110

138000111

138000112

138000113

138000114

138000115

138000116

138000117

138000118

138000119

138000120

138000121

138000122

138000123

138000124

138000125

138000126

138000127

138000128

138000129

138000130

148000136

148000137

148000138

148000139

148000140

148000141

148000142

148000143

148000144

148000145

148000146

148000147

148000148

148000149

148000150

148000151

148000152

148000153

148000154

148000155

148000156

148000157

148000158

148000159

148000160

148000161

148000162

148000163

148000164

148000165

168000106

168000107

168000108

168000109

168000110

168000111

168000112

168000113

168000114

168000115

168000116

168000117

168000118

168000119

168000120

168000121

168000122

168000123

168000124

168000125

168000126

168000127

168000128

168000129

168000130

168000131

168000132

168000133

168000134

168000135

178000121

178000122

178000123

178000124

178000125

178000126

178000127

178000128

178000129

178000130

178000131

178000132

178000133

178000134

178000135

178000136

178000137

178000138

178000139

178000140

178000141

178000142

178000143

178000144

178000145

178000146

178000147

178000148

178000149

178000150

178000151

178000152

178000153

178000154

178000155

178000156

178000157

178000158

178000159

178000160

178000161

178000162

178000163

178000164

178000165

188000196

188000197

188000198

188000199

188000200

188000201

188000202

188000203

188000204

188000205

188000206

188000207

188000208

188000209

188000210

188000211

188000212

188000213

188000214

188000215

188000216

188000217

188000218

188000219

188000220

188000221

188000222

188000223

188000224

188000225

198000101

198000102

198000103

198000104

198000105

198000106

198000107

198000108

198000109

198000110

198000111

198000112

198000113

198000114

198000115

198000116

198000117

198000118

198000119

198000120

198000121

198000122

198000123

198000124

198000125

198000126

198000127

198000128

198000129

198000130

238000021

238000022

238000023

238000024

238000025

238000026

238000027

238000028

238000029

238000030

238000091

238000092

238000093

238000094

238000095

238000096

238000097

238000098

238000099

238000100

238000101

238000102

238000103

238000104

238000105

238000106

238000107

238000108

238000109

238000110

238000111

238000112

238000113

238000114

238000115

238000116

238000117

238000118

238000119

238000120

238000121

238000122

238000123

238000124

238000125

238000126

238000127

238000128

238000129

238000130

238000131

238000132

238000133

238000134

238000135

news-1601