HISTORIS.id – Pemerintah Kota Bontang mulai memperluas strategi promosi investasi dengan pendekatan digital. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), potensi daerah kini diperkenalkan secara lebih modern, menyasar ruang publik hingga layar televisi nasional.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan bahwa digitalisasi promosi menjadi langkah penting untuk membuka akses informasi yang lebih luas bagi calon investor. Ia menyebut pemanfaatan media luar ruang sudah mulai digencarkan, termasuk pemasangan materi visual di Bandara APT Pranoto Samarinda.
“Kami sewa videotron di Bandara APT Pranoto Samarinda untuk menayangkan video terkait infrastruktur dan peluang investasi di Bontang,” ungkapnya.
Selain videotron, promosi juga bergerak melalui kanal nasional. DPMPTSP menggandeng TV One, Kompas TV, dan CNN Indonesia untuk menyiarkan materi potensi investasi Bontang. Pendekatan multi-platform ini dinilai mampu memperkuat citra kota sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan terbuka bagi sektor industri, jasa, maupun pariwisata.
Menurut Aspiannur, strategi ini mulai memberikan hasil. Beberapa pelaku usaha diketahui mulai menjajaki peluang investasi setelah melihat profil Bontang melalui tayangan digital dan kerja sama dengan Kadin.
“Tahun kemarin ada yang datang lewat Kadin. Biasanya mereka tertarik di bidang industri,” tuturnya.
Ia memastikan bahwa DPMPTSP akan terus memperluas jangkauan promosi digital untuk memperkuat kepercayaan investor sekaligus menunjukkan kesiapan Bontang dalam menyediakan infrastruktur pendukung. Pemerintah menilai langkah ini menjadi bagian dari pembangunan iklim investasi yang lebih kondusif dan berdaya saing.
Aspiannur menegaskan, promosi yang konsisten dan menyasar platform yang tepat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga menargetkan hadirnya investasi baru dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat, sejalan dengan arah pembangunan kota.
