HISTORIS.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menegaskan bahwa peningkatan serapan tenaga kerja sepanjang Triwulan III Tahun 2025 merupakan hasil dari pengawasan ketat terhadap aktivitas investasi di daerah. Dari 330 proyek yang berjalan, tercatat 317 tenaga kerja telah terserap 307 di antaranya merupakan tenaga kerja Indonesia, sementara 10 lainnya tenaga kerja asing.
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspianur, menyebutkan bahwa pengawasan investasi bukan hanya memastikan kepatuhan pelaku usaha, tetapi juga menjamin agar setiap kegiatan usaha memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Setiap investasi yang masuk harus memberikan dampak. Serapan tenaga kerja ini salah satu indikatornya,” ujarnya.
Pada periode yang sama, realisasi investasi Bontang mencapai Rp821,53 miliar atau 75,85 persen dari target tahunan Rp2,5 triliun. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp789,1 miliar (96,05%), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi Rp32,43 miliar (3,95%).
Bontang Utara tercatat sebagai wilayah dengan aktivitas investasi terbesar, menyumbang Rp785,97 miliar atau 95,67 persen dari total realisasi. Dua kecamatan lainnya, Bontang Selatan dan Bontang Barat, mencatat masing-masing Rp35,23 miliar dan Rp337,7 juta.
Aspiannur menegaskan bahwa pengawasan perizinan di OSS menjadi faktor penting dalam menjaga transparansi investasi. Tingkat kepatuhan pelaporan realisasi yang saat ini berada di angka 44,17 persen menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah.
“Kami butuh laporan yang lengkap agar arah pembinaan dan pengendalian usaha bisa lebih tepat. Data itu dasar utama kami,” tegasnya.
Menurutnya, DPMPTSP tidak hanya menyediakan layanan perizinan cepat, tetapi juga memastikan bahwa usaha yang berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kontribusi nyata pada perekonomian daerah. Pemerintah berupaya menyeimbangkan kemudahan berusaha dengan mekanisme kontrol yang kuat.
