HISTORIS.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas layanan publik melalui gagasan inovatif yang lahir dari lima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Menjelang ujian kedinasan, para CPNS tersebut menghadirkan konsep digitalisasi pelayanan yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, menyambut baik langkah kreatif itu. Ia menilai munculnya inovasi dari CPNS menandakan bahwa proses regenerasi aparatur di instansinya berjalan ke arah yang tepat. “Kami selalu membuka ruang bagi ide baru. Jika inovasi itu memberi manfaat langsung bagi masyarakat, maka DPMPTSP akan mengawalnya sampai implementasi,” tegasnya.
Aspiannur menambahkan bahwa DPMPTSP membutuhkan energi dan pola pikir progresif dari generasi muda ASN. Ia menyebut gagasan tersebut sejalan dengan arah transformasi digital layanan publik yang sedang digencarkan pemerintah daerah. “Layanan harus semakin cepat, mudah, dan transparan. Setiap inovasi yang mendukung hal itu pasti kami prioritaskan,” ujarnya.
Lima inovasi yang diusulkan para CPNS berfokus pada peningkatan akses, navigasi layanan, hingga efisiensi pengelolaan informasi di MPP. Pertama, Microsite Informasi Gerai Layanan MPP, sebuah platform yang merangkum seluruh gerai dan jenis layanan sehingga masyarakat dapat menyiapkan kebutuhan administrasi sebelum berkunjung.
Inovasi kedua berupa Optimalisasi Instagram MPP, dengan sistem penjadwalan konten yang lebih informatif untuk mendorong interaksi publik dan memperkuat penyebaran informasi resmi layanan.
Usulan ketiga, Aplikasi Website Pengunjung Menuju Gerai MPP Digital, dirancang untuk mempermudah pengunjung menemukan gerai yang dituju sekaligus mengetahui tingkat kepadatan di area layanan.
Konsep keempat adalah Teman Responsif Perizinan Anda (TERA), kanal konsultasi daring yang menyediakan respons cepat terkait prosedur perizinan.
Sementara inovasi kelima, Digital Archive Barang Milik Daerah (DIRGADA), menawarkan sistem pengarsipan modern untuk menertibkan pendataan aset.
Aspiannur menegaskan bahwa seluruh inovasi CPNS tersebut akan ditelaah lebih mendalam oleh internal dinas. Ia menyebut DPMPTSP siap mempercepat pengembangan ide yang memiliki dampak langsung terhadap percepatan layanan.
“Mereka bukan hanya mengikuti ujian sebagai formalitas, tapi benar-benar menjawab tantangan dengan solusi nyata. Inovasi ini sangat potensial untuk diterapkan secara berkelanjutan,” singkatnya.
