HISTORIS.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang memanfaatkan momentum Gebyar Pemuda 2025 untuk memperluas edukasi perizinan dan investasi kepada generasi muda. Pada kegiatan yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bontang, Sabtu (1/11/2025), DPMPTSP membuka stan pelayanan khusus yang menyediakan konsultasi publik, informasi investasi, hingga pendampingan pengurusan izin usaha.
Antusiasme peserta, didominasi pelaku usaha muda terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar sistem Online Single Submission (OSS), alur perizinan, hingga peluang investasi di Bontang. DPMPTSP menekankan pentingnya legalitas sebagai fondasi usaha yang berkelanjutan.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyebut keterlibatan pihaknya di acara pemuda bukan sekadar sosialisasi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang membangun budaya kepatuhan dan profesionalitas sejak dini.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa legalitas adalah pintu pertama menuju usaha yang sehat. Dengan izin resmi, bisnis mereka punya ruang lebih besar untuk berkembang,” ujar Aspiannur.
Ia menjelaskan, DPMPTSP terus memperkuat pelayanan berbasis OSS agar proses perizinan lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau. Para pemuda juga didorong untuk memanfaatkan layanan konsultasi langsung yang disediakan dinas.
Gebyar Pemuda 2025 menjadi ruang kolaborasi yang membuka wawasan kewirausahaan sekaligus mempertemukan pemuda kreatif dengan lembaga layanan publik. DPMPTSP menilai sinergi seperti ini penting untuk menyiapkan pelaku usaha muda yang taat aturan dan berkontribusi terhadap ekonomi daerah.
“Kolaborasi ini adalah langkah awal membangun pelaku usaha muda yang kreatif sekaligus patuh regulasi. Itu yang akan membuat ekosistem ekonomi Bontang semakin kuat,” tutup Aspiannur.
