HISTORIS.id – Realisasi investasi di Kota Bontang sepanjang triwulan II tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mencatat total investasi mencapai Rp589 miliar, memperkuat posisi kota industri ini sebagai salah satu tujuan investasi menarik di Kalimantan Timur.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan indikator meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap stabilitas dan potensi ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa peningkatan investasi tak lepas dari upaya pemerintah dalam memastikan pelayanan perizinan tetap cepat, mudah, dan transparan.
“Peningkatan realisasi investasi ini menjadi bukti bahwa iklim usaha di Bontang terus membaik. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan ini dengan memberikan pelayanan terbaik bagi para pelaku usaha,” ujar Aspiannur.
Data dinas menunjukkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp510 miliar, atau setara 88,73 persen dari total investasi triwulan tersebut. Lima sektor utama berkontribusi besar dalam realisasi PMDN. Sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi mencatat nilai tertinggi dengan Rp22,9 miliar. Sektor usaha jasa lainnya menyusul dengan nilai Rp15,2 miliar, sementara sektor konstruksi menyumbang Rp5,5 miliar.
Aspiannur menyebut struktur investasi tersebut menandakan bahwa sektor jasa pendukung industri masih menjadi ruang pertumbuhan yang stabil. Ia menilai peluang ekspansi pelaku usaha domestik semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan dan kebutuhan layanan di kota yang berbasis industri dan energi itu.
Selain PMDN, Penanaman Modal Asing (PMA) juga mencatat kontribusi yang berdampak pada penguatan ekonomi daerah. Sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp3,6 miliar. Selain itu, sektor hotel dan restoran membukukan Rp320 juta, dan sektor perumahan, kawasan industri, serta perkantoran menyumbang Rp21 juta.
Menurut Aspiannur, kombinasi PMDN dan PMA menunjukkan bahwa Bontang memiliki daya tawar yang seimbang bagi investor lokal maupun asing. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperbaiki proses pelayanan investasi agar semakin kompetitif.
“Kami terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan efisien. Tujuannya agar Bontang semakin kompetitif dan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur,” tambahnya.
