historis.id
  • Beranda
  • Berita
  • Cerita
  • Pariwara
  • Sejarah
No Result
View All Result
historis.id
  • Beranda
  • Berita
  • Cerita
  • Pariwara
  • Sejarah
No Result
View All Result
historis.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Cerita
  • Pariwara
  • Sejarah
Home Cerita

Menjaga Warisan Leluhur Lewat Benang: Kisah Perempuan Bugis Penenun di Pagatan

Kain Pagatan, Warisan Bugis di Tanah Bumbuh, Kalimantan Selatan

Redaksi HistorisbyRedaksi Historis
April 25, 2025
Menjaga Warisan Leluhur Lewat Benang: Kisah Perempuan Bugis Penenun di Pagatan
Menjaga Warisan Leluhur Lewat Benang: Kisah Perempuan Bugis Penenun di Pagatan

“Seorang perempuan belum lengkap jika belum bisa menenun dan mengajarkannya kepada perempuan lain.”

HISTORIS.id – Pepatah lama dari tanah Bugis itu tidak hanya hidup sebagai kutipan, tetapi nyata dalam kehidupan para perempuan di Pagatan, sebuah kawasan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Meski ribuan kilometer dari kampung halaman leluhur mereka di Sulawesi Selatan, para perempuan Bugis di sini masih memegang erat kearifan tradisional itu—menenun bukan sekadar keahlian, melainkan identitas.

Warisan di Atas Alat Tenun Kayu

Di Desa Manurung, perempuan-perempuan Bugis tampak telaten menggerakkan alat tenun tradisional yang disebut gedog, terbuat dari kayu dan sepenuhnya digerakkan oleh tangan. Di tengah derasnya arus modernisasi, mereka tetap setia pada alat ini, meskipun alat tenun bukan mesin (ATBM) menawarkan kecepatan dan efisiensi.

Menggunakan gedog, dibutuhkan waktu sekitar 20 hari untuk menyelesaikan selembar kain tenun berukuran 65 cm x 4 meter, dengan maksimal dua warna. Sebaliknya, dengan ATBM, penenun hanya memerlukan 1–2 hari untuk menyelesaikan kain berukuran 1 x 2 meter. Meski begitu, banyak penenun memilih mempertahankan teknik tradisional yang diwariskan oleh nini (nenek) dan kai (kakek) mereka sejak kecil.

Proses yang Sarat Filosofi

Menenun bukanlah proses tunggal. Ini adalah kerja kolektif yang melibatkan banyak tangan dan peran. Ada yang bertugas merancang pola, mengikat benang, mencelupkan warna, hingga memasukkan benang ke dalam alat tenun yang disebut sisir. Hanya setelah semua proses itu rampung, benang diserahkan kepada penenun untuk dirangkai menjadi selembar kain indah.

Motif yang dihasilkan pun beragam—dari motif klasik seperti ombak, hingga motif modern yang menyesuaikan permintaan pelanggan dan tren fesyen. Bahan yang digunakan juga bervariasi, dari katun hingga sutra. Harga kain tenun Pagatan bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung bahan dan tingkat kerumitan motif. Kain dari alat gedog cenderung lebih mahal karena waktu dan tenaga yang dibutuhkan jauh lebih besar.

Namun, keterbatasan produksi menjadi tantangan tersendiri. Penenun yang masih menggunakan gedog tidak mampu memenuhi pesanan dalam jumlah besar, terutama dari pasar fesyen yang menuntut kecepatan.

Jejak Bugis di Tanah Bumbu

Keberadaan tenun Pagatan tak lepas dari sejarah migrasi orang Bugis ke Kalimantan Selatan. Pada tahun 1735, sekelompok pelaut dan pedagang Bugis Wajo yang dipimpin Puanna Dekke berlayar dari Sulawesi Selatan untuk mencari kehidupan baru. Setelah membuktikan kemampuannya menjaga keamanan laut dari bajak laut, mereka diizinkan oleh Sultan Banjar untuk menetap dan mendirikan kerajaan kecil di kawasan yang kemudian dikenal sebagai Pagatan—dari kata “pemagatan” atau “memotong rotan”.

Meski telah berabad-abad menetap, masyarakat Bugis di Pagatan tetap mempertahankan adat dan budayanya. Bahasa, pakaian adat, hingga ritual seperti Mappanretasi—sebuah pesta laut sebagai bentuk syukur kepada Tuhan—masih hidup hingga kini. Dalam setiap perpindahan, para perempuan Bugis selalu membawa alat tenun sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Pada masa lalu, mereka menenun untuk membuat sarung sebagai bagian dari pakaian adat Bugis.

Dari Sarung Tradisional ke Dunia Fesyen

Kini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mendorong para penenun untuk mengembangkan tenun Pagatan agar tidak sekadar menjadi sarung, melainkan kain yang bisa digunakan untuk berbagai model busana. Sebagai bentuk dukungan, pegawai negeri sipil diwajibkan mengenakan pakaian berbahan tenun Pagatan setiap hari Kamis.

Langkah-langkah tersebut juga dimaksudkan untuk memperkenalkan tenun Pagatan ke generasi muda, mendorong regenerasi penenun, dan meningkatkan nilai ekonomi warisan budaya ini. Tenun Pagatan bahkan telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Puncak perhatian nasional terhadap tenun ini terjadi pada 2017, ketika Presiden Joko Widodo mengenakannya saat menghadiri upacara Mappanretasi di Pagatan. Ia kembali mengenakan kain tersebut dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Jakarta di tahun yang sama. Sejak saat itu, pamor tenun Pagatan kembali mencuat.

Harapan di Ujung Benang

Namun demikian, keberlangsungan tenun Pagatan masih menghadapi tantangan besar: menjaga konsistensi kualitas dan meningkatkan kapasitas produksi. Meski lebih dari 75 persen penduduk Tanah Bumbu mengenal kain tenun ini, regenerasi penenun dan adaptasi terhadap pasar fesyen modern tetap menjadi pekerjaan rumah.

Kain tenun ini bukan hanya sekadar selembar kain bermotif indah. Ia adalah kisah tentang pelayaran, migrasi, ketangguhan perempuan, dan upaya mempertahankan identitas dalam perubahan zaman. Di balik setiap helai benang, tersimpan cerita tentang budaya yang dijaga agar tak lekang oleh waktu. (*)

berita TERKAIT

dihadiri para kepala daerah se-Kalimantan Timur dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. ‎

Kutim Sabet Penghargaan Arindama di HUT Kaltim, Disebut Konsisten Bangun Infrastruktur

Redaksi Historis January 10, 2026

HISTORIS.id – Konsistensi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mempercepat pembangunan infrastruktur mendapat pengakuan di tingkat provinsi. ‎ ‎Komitmen ini …

Pemuda Bontang Ditangkap Saat Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah

Redaksi Historis January 9, 2026

HISTORIS.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Bontang menangkap seorang pemuda berinisial AH, 28 tahun, saat melakukan transaksi narkotika jenis sabu …

Ojol Minta WiFi hingga WC, Pemkot Bontang Janji Siapkan Fasilitas Khusus

Redaksi Historis January 9, 2026

HISTORIS.id, BONTANG — Pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bontang meminta Pemerintah Kota menyediakan fasilitas khusus yang menunjang aktivitas mereka …

Curah hujan tinggi sejak dini hari Kamis, 8 Januari 2026, kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Empat Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Jadi Titik Terparah

Redaksi Historis January 8, 2026

HISTORIS.id, BONTANG — Curah hujan tinggi sejak dini hari Kamis, 8 Januari 2026, kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Kota …

Laka Lantas Out of Control di Ma’rang, Pos Pam Ops Lilin 2025 Segeri Bergerak Cepat

Redaksi Historis December 29, 2025

HISTORIS.id, Pangkep – Kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan hilang kendali (out of control) terjadi di Kampung Maroangin, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten …

Load More
Next Post
Dhea Yudita, Mahasiswi Asal Samarinda yang Siap Wakili Indonesia di Ajang Internasional 2026

Dhea Yudita, Mahasiswi Asal Samarinda yang Siap Wakili Indonesia di Ajang Internasional 2026

TENTANG    KETENTUAN    KONTAK    KEBIJAKAN PRIVASI

Copyright © 2024 Historis.id
PT. Historis Media Indonesia. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Cerita
  • Pariwara
  • Sejarah

Copyright © 2024 Historis.id PT. Historis Media Indonesia. All rights reserved.

news-1601

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

maujp

maujp

maujp

maujp

MAUJP

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

Situs Agen Togel

MAUJP

sv388

maujp

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000111

118000112

118000113

118000114

118000115

118000116

118000117

118000118

118000119

118000120

118000121

118000122

118000123

118000124

118000125

118000126

118000127

118000128

118000129

118000130

118000131

118000132

118000133

118000134

118000135

118000136

118000137

118000138

118000139

118000140

118000141

118000142

118000143

118000144

118000145

118000146

118000147

118000148

118000149

118000150

118000151

118000152

118000153

118000154

118000155

128000121

128000122

128000123

128000124

128000125

128000126

128000127

128000128

128000129

128000130

128000131

128000132

128000133

128000134

128000135

128000136

128000137

128000138

128000139

128000140

128000141

128000142

128000143

128000144

128000145

128000146

128000147

128000148

128000149

128000150

128000151

128000152

128000153

128000154

128000155

128000156

128000157

128000158

128000159

128000160

128000161

128000162

128000163

128000164

128000165

138000101

138000102

138000103

138000104

138000105

138000106

138000107

138000108

138000109

138000110

138000111

138000112

138000113

138000114

138000115

138000116

138000117

138000118

138000119

138000120

138000121

138000122

138000123

138000124

138000125

138000126

138000127

138000128

138000129

138000130

148000136

148000137

148000138

148000139

148000140

148000141

148000142

148000143

148000144

148000145

148000146

148000147

148000148

148000149

148000150

148000151

148000152

148000153

148000154

148000155

148000156

148000157

148000158

148000159

148000160

148000161

148000162

148000163

148000164

148000165

168000106

168000107

168000108

168000109

168000110

168000111

168000112

168000113

168000114

168000115

168000116

168000117

168000118

168000119

168000120

168000121

168000122

168000123

168000124

168000125

168000126

168000127

168000128

168000129

168000130

168000131

168000132

168000133

168000134

168000135

178000121

178000122

178000123

178000124

178000125

178000126

178000127

178000128

178000129

178000130

178000131

178000132

178000133

178000134

178000135

178000136

178000137

178000138

178000139

178000140

178000141

178000142

178000143

178000144

178000145

178000146

178000147

178000148

178000149

178000150

178000151

178000152

178000153

178000154

178000155

178000156

178000157

178000158

178000159

178000160

178000161

178000162

178000163

178000164

178000165

188000196

188000197

188000198

188000199

188000200

188000201

188000202

188000203

188000204

188000205

188000206

188000207

188000208

188000209

188000210

188000211

188000212

188000213

188000214

188000215

188000216

188000217

188000218

188000219

188000220

188000221

188000222

188000223

188000224

188000225

198000101

198000102

198000103

198000104

198000105

198000106

198000107

198000108

198000109

198000110

198000111

198000112

198000113

198000114

198000115

198000116

198000117

198000118

198000119

198000120

198000121

198000122

198000123

198000124

198000125

198000126

198000127

198000128

198000129

198000130

238000021

238000022

238000023

238000024

238000025

238000026

238000027

238000028

238000029

238000030

238000091

238000092

238000093

238000094

238000095

238000096

238000097

238000098

238000099

238000100

238000101

238000102

238000103

238000104

238000105

238000106

238000107

238000108

238000109

238000110

238000111

238000112

238000113

238000114

238000115

238000116

238000117

238000118

238000119

238000120

238000121

238000122

238000123

238000124

238000125

238000126

238000127

238000128

238000129

238000130

238000131

238000132

238000133

238000134

238000135

news-1601