HISTORIS.id, BONTANG — Pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bontang meminta Pemerintah Kota menyediakan fasilitas khusus yang menunjang aktivitas mereka saat menunggu order. Selain tempat berteduh dan fasilitas pengisian daya, para pengemudi juga mengusulkan penyediaan jaringan internet hingga toilet umum.
Perwakilan organisasi Teras Ojol dari pangkalan UMKM Center, Sidik, mengatakan jaringan WiFi menjadi kebutuhan mendesak bagi pengemudi. Menurut dia, akses internet yang stabil sangat berpengaruh terhadap kelancaran penerimaan order.
“Selain cas, WiFi juga sangat dibutuhkan ojol agar orderan tidak terputus,” kata Sidik, Kamis, 8 Januari 2026 kemarin.
Sidik juga meminta Pemkot Bontang tidak menebang pohon di sekitar pangkalan ojol. Ia menilai keberadaan pepohonan memberi kenyamanan bagi pengemudi yang menunggu dalam waktu lama.
“Kalau bisa pohonnya tetap dijaga. Itu sangat membantu suasana jadi sejuk,” ujarnya.
Permintaan serupa disampaikan Acong, perwakilan Teras Ojol lainnya. Ia menilai fasilitas toilet menjadi kebutuhan dasar yang selama ini belum terpenuhi.
Menurut Acong, banyak pangkalan ojol berada jauh dari fasilitas WC umum. Kondisi itu kerap menyulitkan pengemudi, terutama saat harus bersiap sebelum menerima pesanan jarak jauh.
“Kadang kami harus meninggalkan pangkalan hanya untuk cari WC, padahal order bisa masuk kapan saja,” kata Acong.
Pemkot Masih Tahap Perencanaan
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang, Taufan Syuhada, mengatakan pemerintah belum menetapkan lokasi strategis untuk pembangunan fasilitas khusus ojol. Saat ini, Pemkot masih fokus pada tahap perencanaan.
“Tahun ini kami pastikan dulu lokasi dan kebutuhan fasilitasnya apa saja,” kata Taufan, Rabu, 7 Januari 2026.
Ia menyebutkan, realisasi fasilitas khusus ojol ditargetkan paling cepat pada 2027. Untuk mematangkan rencana tersebut, Dishub berencana kembali berdialog dengan perwakilan pengemudi ojol setelah Lebaran 2026.
“Habis Lebaran kami akan bertemu lagi dengan perwakilan ojol untuk mendengar masukan mereka secara langsung,” ujar Taufan.
Menurut dia, masukan dari pengemudi diharapkan dapat membantu Pemkot Bontang menyusun fasilitas yang benar-benar sesuai kebutuhan lapangan. (*)
