HISTORIS.id – Bagi para penggemar sepak bola, sejarah sepak bola menjadi salah pembahasan yang penting untuk diketahui. Sampai saat ini, sepak bola dianggap sebagai olahraga paling populer di dunia. Olahraga ini sangat disukai oleh berbagai kalangan, baik laki-laki maupun perempuan bahkan dari yang anak-anak, remaja hingga dewasa.
Tak heran, apabila banyak pertandingan sepak bola yang ramai disaksikan, baik secara langsung di lapangan maupun mereka yang menonton lewat layar kaca. Pertandingan bisa semakin ramai lagi pada saat tersaji pertemuan antar nama-nama besar, sebut saja Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar, dan masih banyak lagi.
Sepak bola sendiri merupakan salah satu jenis olahraga yang terdiri dari dua tim berlawan. Tujuan dari permainan sepak bola adalah memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin sekaligus mempertahankan gawang agar tidak kemasukan bola. Permainan ini akan dimainkan oleh sebelas pemain dari setiap tim selama dua babak, yaitu 2×45 menit.
Olahraga sepak bola sejatinya sudah dimainkan sejak 3000 tahun lalu di berbagai penjuru dunia dalam bentuk yang berbeda. Mengutip buku buku Sepak Bola (2019) karya Ina Hasanah, asal usul permainan sepak bola sudah mulai ada dan dikenal pada 255-206 SM (Sebelum Masehi) sekitar abad ke-2 hingga ke-3.
Permainan sepak bola berasal dari negara China. Permainan si kulit bulat itu dimainkan oleh para tentara untuk melatih fisik, tepatnya pada zaman Chun Qiu Zhan Guo (musim semi musim gugur negara berperang). Saat itu, sepak bola dikenal dengan istilah “Tsu Chu”. “Tsu”, yang artinya menerjang bola dengan kaki, sedangkan “Chu”, artinya bola dari kulit dan ada isinya.
Bola yang digunakan terbuat dari kulit, jaring yang terpasang dibuat dari tongkat bambu. Lalu, permainan sepak bola yang saat ini dimainkan dikembangkan di Inggris pada abad ke-12.
Di abad ini, sepak bola dikenalkan untuk dimainkan di lapangan dan dimainkan dengan banyak orang. Baca juga: FIFA: Sejarah, Fungsi, dan Tugasnya Kemudian, upaya untuk menciptakan aturan yang tepat untuk permainan si kulit bulat dilakukan pada pertemuan di Cambridge pada 1848.
Sepak bola modern berawal dari upaya merancang peraturan permainan tersebut oleh sekelompok mahasiswa asal Universitas Cambridge, Inggris. Hingga pada akhirnya terlaksana sebuah pertemuan di London pada 1863 untuk membentuk sebuah organisasi yang kemudian dikenal sebagai Football Association (FA), atau Asosiasi Sepak Bola Inggris.
Meluasnya permainan sepak bola di Inggris berdampak pada penyebarannya menuju wilayah lain, termasuk sejumlah negara di benua Eropa. Sejumlah negara seperti Perancis, Belgia, Denmark, Swedia, Swiss, dan Belanda juga sudah membentuk asosiasi sepak bola masing-masing pada awal abad ke-20.
Pada 21 Mei 1904, induk organisasi sepak bola dunia berdiri, bertempat di belakang markas besar Gedung Asosiasi Atletik, Paris, Perancis.
Lalu, bagaimana dengan sejarah sepak bola di Indonesia? Sejarah Sepak Bola di Indonesia Jelaskan dengan singkat perkembangan permainan sepak bola di indonesia.
Dikutip dari buku Jago Sepak Bola karya Reki Siaga Agustina, M.Pd, sejarah sepak bola Indonesia dimulai sejak tahun 1914 ketika pemerintah Hindia Belanda masih menjajah Indonesia.
Pada masa dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda, muncul klub-klub sepak bola yang dibentuk oleh orang-orang Belanda.
Bukan hanya itu saja, beberapa orang Tionghoa dan Arab di Hindia Belanda juga mendirikan klub. Bahkan masyarakat bumiputera juga tidak mau kalah dengan mendirikan klub sepak bola pada abad ke-20.
Kemudian pembentukan PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) menjadi sejarah awal sepak bola Indonesia. PSSI dibentuk pada 19 April 1930, di Yogyakarta.
Dalam buku Soeratin Sosroegondo: Menentang Penjajahan Belanda dengan Sepak Bola Kebangsaan, dibentuknya PSSI bertujuan untuk melawan diskriminasi yang dilakukan Nederlandsch Indische Voetball Bond (NIVB).
PSSI kemudian membuat kompetisi sepak bolanya sendiri pada tahun 1931.
Kala itu, kompetisi ini bernama Stedenwerd I yang diikuit oleh tujuh klub bumiputera anggota awal PSSI. Kompetisi pertama ini digelar di alun-alun Keraton Solo.
Sukses mengelar kompetisi sepak bola pertama membuat PSSI mengadakan kompetisi rutin setiap tahun di beberapa kota besar. Namun, untuk mengadakan kompetisi rutin terhalang beberapa kendala hingga membuat PSS I tidak mengadakan kompetisi sepak bola lagi karena pembatasan dari tentara Jepang dan perang kemerdekaan Indonesia sampai tahun 1949.
Kemudian pada tahun 1951, PSSI secara resmi kembali mengelar kompetisi setelah kemerdekaan Indonesia yang diberi nama Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI. Seiring berjalannya waktu, kompetisi sepak bola Indonesia mengalami beberapa perubahan nama. Dari Divisi Utama Perserikatan, Galatama, Liga Indonesia, hingga Liga 1.
Adapun dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya. Baca juga: Jacksen F Tiago, Orang Brasil yang Sukses Meniti Karier di Sepak Bola Indonesia Jelas semua dilakukan untuk mencari pemain-pemain nasional yang berkualitas di semua jenjang umur, baik itu timnas putra maupun timnas putri.
Hingga kini, perkembangan sepak bola nasional berkembang cukup baik meski sempat mengalami beberapa kasus. Sepak bola menjadi salah satu olahraga yang sangat digemari di Tanah Air, dengan antusiasme penonton yang juga tidak kalah menariknya.
Hal tersebut secara tidak langsung memperlihatkan permainan si kulit bulat ini menjadi salah satu olahraga yang bisa menarik hati masyarakat Indonesia.
Bukan sekadar olahraga yang bisa menyegarkan badan, mempersatukan bangsa, tetapi juga tontonan yang menarik pada setiap pertandingannya.